JURNAL SOLO, Solo – Pasar Jongke Surakarta tak ingin sekadar menjadi tempat berburu oleh-oleh.
Memasuki tahun kedua sejak boyongan ke lokasi baru, pasar yang berada di kawasan Pajang tersebut mulai didorong untuk menjadi bagian dari geliat pariwisata Kota Solo.
Semangat itu salah satunya diwujudkan melalui rangkaian Milad Boyong Pasar Jongke ke-2 yang digelar Paguyuban Pedagang Pasar Jongke Surakarta (P3JS).
Menariknya, agenda tersebut mendapat dukungan langsung dari pengusaha kuliner H Puspo Wardoyo.
Pemilik Wong Solo Group itu bahkan dijadwalkan turun langsung dalam agenda utama bertajuk “Sarapan Mie Ayam Bersama Mas Wali” pada Minggu 30 Agustus 2026.
Bersama Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Puspo akan ikut menyiapkan mie ayam secara simbolis sebelum ribuan porsi dibagikan kepada masyarakat.
Keterlibatan Puspo Wardoyo menjadi bagian dari kolaborasi untuk menghidupkan Pasar Jongke melalui kegiatan yang memadukan kuliner, UMKM, hiburan, olahraga, hingga aktivitas sosial.
Selama ini Puspo yang juga pemilik Kalipepe Land memang dikenal cukup aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan pariwisata di Kota Solo.
Karena itu, dukungannya terhadap agenda P3JS diharapkan ikut memperkuat upaya mengenalkan Pasar Jongke kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketua P3JS Edi Santoso mengatakan, kegiatan sarapan mie ayam tersebut bukan semata-mata agenda kuliner.
Pihaknya ingin mengenalkan mie ayam sebagai menu sarapan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pedagang.
“Jangan ada keraguan ataupun takut dengan sarapan mie ayam. Kita ingin membumikan sarapan mie ayam,” kata Edy saat ditemui menjelang acara, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurutnya, mie ayam selama ini lebih identik dengan makanan yang dikonsumsi siang hingga malam hari. Padahal, pedagang mie ayam hampir bisa ditemui di setiap kawasan.
“Pedagang mie ayam hampir di setiap gang ada, tetapi biasanya jualannya di atas jam 12. Kalau jualan pagi jarang. Maka kita harus membumikan sarapan mie ayam,” ujarnya.
Karena itu, P3JS menggandeng lima pelaku UMKM mie ayam dari kawasan Pasar Jongke dan sekitarnya untuk menyediakan ribuan porsi dalam kegiatan tersebut.
Peserta sarapan juga tidak hanya berasal dari pedagang pasar. Warga, peserta senam, serta pengunjung Pasar Jongke turut dilibatkan.
Pembagian mie ayam dilakukan menggunakan kupon yang telah disiapkan panitia. Sistem tersebut diterapkan agar pembagian ribuan porsi makanan dapat berlangsung tertib.
Agenda Minggu pagi itu diawali dengan senam aerobik massal. Setelahnya, peserta akan mengikuti sarapan mie ayam bersama.
Edy menyebut sejumlah hadiah yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut berasal dari dukungan para mitra, termasuk Puspo Wardoyo.
“Banyak doorprize hadiah untuk peserta senam. Nanti ada undian untuk kegiatan secara umum,” ujarnya.
Bagi P3JS, dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi modal penting untuk membuat rangkaian Milad Boyong Pasar Jongke ke-2 tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Pasar Jongke ingin dibuat semakin hidup dengan menghadirkan beragam aktivitas yang mampu menarik masyarakat untuk datang.
Selain sarapan mie ayam, rangkaian kegiatan juga diisi bazar UMKM yang telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya setiap sore.
Pada Minggu pagi, P3JS juga menggelar pengajian akbar bersama KH Ahmad Yani dari Boyolali sekitar pukul 08.00 WIB.
Sementara pada malam harinya disiapkan hiburan musik dan sejumlah kegiatan lainnya.
Sebelumnya, kegiatan sosial berupa donor darah juga digelar di kawasan Pasar Jongke pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Beragam kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara P3JS memperkenalkan wajah baru Pasar Jongke kepada masyarakat.
Dua tahun setelah boyong ke lokasi baru, P3JS melihat masih terbuka ruang besar untuk menjadikan Pasar Jongke sebagai salah satu tujuan wisata di Kota Solo.
Selama ini Pasar Jongke dikenal sebagai salah satu lokasi untuk mendapatkan berbagai oleh-oleh khas Solo. Namun, potensi tersebut dinilai masih bisa dikembangkan lebih jauh.
Kehadiran wisatawan diharapkan tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati suasana pasar, kuliner, aktivitas UMKM, serta berbagai kegiatan masyarakat yang digelar di dalamnya.
Di titik inilah kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha seperti Puspo Wardoyo, menjadi penting.
Sinergi antara pedagang, UMKM, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu membangun daya tarik Pasar Jongke sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata Solo.
Edy berharap geliat kegiatan tersebut membuat Pasar Jongke semakin dikenal dan ramai dikunjungi.
“Harapan kami pasar lebih ramai dan syukur-syukur bisa menjadi destinasi wisatawan untuk pergi ke Pasar Jongke,” katanya. [Bang]


Social Header