JURNAL SOLO, Solo - Perayaan Hari Raya Iduladha di Masjid Al Hijrah, Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, selalu menghadirkan tradisi yang dinanti ribuan warga setiap tahunnya.
Dan pada Kamis 28 Mei 2026, tradisi makan bersama rawon daging kurban kembali digelar dan sukses menyedot antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah.
Sejak sore, area Masjid Al Hijrah sudah dipadati jemaah yang datang untuk mengikuti pengajian Iduladha.
Namun bukan hanya pengajian yang menjadi daya tarik, sajian rawon komplet berbahan satu ekor sapi kurban menjadi tradisi khas yang selalu ditunggu warga.
Tradisi tahunan ini telah berlangsung sejak Masjid Al Hijrah berdiri pada 2017. Setiap Hari Raya Iduladha, satu ekor sapi kurban bantuan pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo, disembelih lalu seluruh dagingnya diolah menjadi hidangan rawon untuk disantap bersama masyarakat.
Takmir Masjid Al Hijrah, Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin yang selalu mendapat sambutan luar biasa dari warga Karangasem dan sekitarnya.
“Alhamdulillah tahun ini kita melaksanakan penyembelihan hewan sapi dari Bapak Puspo Wardoyo untuk Hari Raya Iduladha tahun 2026. Pengajian ini diikuti sekitar 1.000 lebih jemaah Karangasem dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Purwanto, tradisi ini bukan sekadar membagikan daging kurban, tetapi menghadirkan kebersamaan melalui sajian siap santap yang bisa langsung dinikmati warga tanpa harus repot mengolahnya di rumah.
“Menu makannya nasi rawon komplet dengan lauk pauknya. Dan alhamdulillah ada sedikit uang dari Bapak Puspo Wardoyo kepada warga,” katanya.
Selain makan bersama, kegiatan juga diwarnai pembagian sedekah uang kepada masyarakat yang hadir. Hal itu menambah kebahagiaan warga yang datang mengikuti pengajian.
Purwanto menjelaskan, sejak pertama kali digelar, tradisi ini terus dipertahankan karena menjadi salah satu momen silaturahmi terbesar warga Karangasem saat Iduladha.
“Tiap tahun alhamdulillah Bapak Puspo menyembelih satu ekor sapi setiap tahunnya untuk dijadikan kurban di Masjid Al Hijrah dan dagingnya dimasak lalu dibagikan kepada warga,” jelasnya.
Sekitar 1.000 lebih warga tampak memadati area masjid. Tak hanya warga Karangasem, masyarakat dari wilayah lain seperti Jajar hingga Purwosari juga datang untuk ikut merasakan suasana kebersamaan tersebut.
Bagi warga, tradisi rawon kurban di Masjid Al Hijrah telah menjadi agenda tahunan yang tak boleh terlewatkan. Salah satunya dirasakan Asri (46), yang mengaku selalu datang bersama keluarganya.
“Senang jadi bisa langsung dimakan, setiap tahun kesini, enak rawonnya,” ungkapnya.
Tradisi tahunan di Masjid Al Hijrah ini menjadi bukti bahwa perayaan Iduladha tak hanya soal penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang merawat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan kebahagiaan bersama seluruh lapisan masyarakat. [Her]


Social Header