Para siswa MTsN 3 Wonogiri mengikuti LDKS

JURNAL SOLO, Wonogiri - Upaya membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan pelajar terus digencarkan jajaran Polres Wonogiri. Salah satunya melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang digelar di MTs Negeri 3 Wonogiri, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah mulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB tersebut diikuti sekitar 60 siswa kelas 7 dan 8. Para peserta dipersiapkan menjadi calon pengurus OSIS sekaligus pemimpin regu di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan itu, Polsek Purwantoro menghadirkan Kanit Binmas Aiptu Hari Susanto bersama Bhabinkamtibmas Briptu Ricy Aditya Wisnu Wardana sebagai narasumber.

Tak sekadar membahas teori kepemimpinan, para siswa juga mendapat pembekalan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup bahaya bullying, tawuran pelajar, narkoba, miras, rokok ilegal hingga penyebaran hoaks di kalangan remaja.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Selain penyampaian materi, siswa juga diajak mengikuti simulasi penanganan kasus dan diskusi kelompok terkait persoalan yang kerap muncul di lingkungan pelajar. Di akhir kegiatan, seluruh peserta turut membacakan ikrar pelajar untuk menjaga nama baik sekolah dan menjauhi pelanggaran hukum.

Kepala MTs Negeri 3 Wonogiri, Hanung Indah F., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keterlibatan aparat kepolisian dalam pembinaan karakter siswa melalui kegiatan LDKS tersebut.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah pelajar tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar siswa lebih memahami dampak negatif kenakalan remaja sejak dini.

Sementara itu, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan pembinaan terhadap pelajar menjadi langkah preventif kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Melalui kegiatan LDKS ini, Polri ingin menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan sejak dini. Pelajar diharapkan mampu menjadi generasi muda yang berkarakter, menjauhi kenakalan remaja, serta menjadi pelopor terciptanya situasi sekolah yang aman dan nyaman,” ujar AKP Anom Prabowo.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan karakter generasi muda di tengah perkembangan sosial yang semakin dinamis.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusias tinggi dari peserta. Banyak siswa aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan remaja, mulai dari bullying hingga ajakan balap liar yang kerap ditemui di lingkungan sekitar. [Her]
Rekomendasi: