HEADLINE

Kisah Sukses UNISRI Mengubah Pangan Lokal Boyolali Menjadi Produk Gluten Free

Yannie Asrie Widanti, STP, M.Gizi, M.Pd, dosen UNISRI menunjukkan hasil pembuatan produk gluten free

JURNAL SOLO, Boyolali – Di tengah pesatnya kesadaran akan pola hidup sehat, tren produk pangan bebas gluten (gluten free) telah membuka celah pasar yang menggiurkan. 

Namun, tantangannya adalah bagaimana memproduksi pangan sehat ini tanpa bergantung pada bahan baku impor. 

Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melalui Fakultas Teknologi dan Industri Pangan, menjawab tantangan ini dengan membawa inovasi langsung ke dapur-dapur lokal.

Belum lama ini, UNISRI berkolaborasi erat dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali dan SMKN 1 Mojosongo menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Produk Gluten Free Berbasis Bahan Pangan Lokal. 

Kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal dan mengembangkan produk gluten free yang dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Yannie Asrie Widanti, STP, M.Gizi, M.Pd, dosen UNISRI yang menjadi narasumber utama, menekankan bahwa kunci keberhasilan dalam produk gluten free adalah keberanian untuk beralih. 

Menurutnya, pengembangan produk bebas gluten merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal.

"Pengembangan produk pangan bebas gluten adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal," ujarnya.

Alih-alih bergantung pada tepung terigu, pelatihan ini memfokuskan penggunaan bahan baku lokal yang secara alami bebas gluten, seperti yang berasal dari singkong yang diolah menjadi Mocaf (Modified Cassava Flour).

Peserta pelatihan, yang terdiri dari siswa jurusan Tata Boga dan pelaku usaha mikro daerah, dibimbing secara praktik untuk menciptakan tiga produk signature yang memiliki potensi pasar tinggi seperti Brownies Crispy Gluten Free, Cheese Stick Gluten Free, dan Bolu Gulung Mocaf.

Proses pembuatan produk-produk ini membuktikan bahwa kualitas rasa, tekstur, dan tampilan produk roti maupun kue dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, menggunakan tepung lokal. 

Inovasi resep ini secara langsung meningkatkan kompetensi siswa dan memperluas horison usaha mikro di Boyolali.

Kepala SMKN 1 Mojosongo memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini, sebab pelatihan pembuatan produk gluten free ini sejalan dengan upaya sekolah dalam memperkuat kompetensi siswa, khususnya di jurusan Tata Boga.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Boyolali memiliki harapan besar bahwa munculnya inovasi resep ini akan mendorong diversifikasi pangan sehat dan secara keseluruhan mendukung ketahanan pangan daerah. [Lam]
Rekomendasi:
© Copyright 2025 - JURNAL SOLO